Jika9 Kalimat Candaan Ini Pernah Kamu Lontarkan Ke Sahabat Cewekmu, Kalian Adalah Sahabat Sejati. 23 Juli 2016 Yang Penting Istri Bahagia. Fhai 4 Alasan Mengapa Anak Muda Harus Punya Pemahaman tentang Fashion. Content Partner by Ngesti Elok Gemilang 11 Film Luar Negeri dengan Latar Tempat yang Cantik Banget.
RangkaianKata Juli 07, 2022 16:56. Kata Kata Sahabat Kental (Terbaik dan Terbaru), Status Persahabatan WA – Sudah sangat banyak bangkit membagikan rangkaian kata kata persahabatan sebelumnya, tetapi kali ini kita share kembali kata kata untuk sahabat yang cukup singkat saja, berbeda dengan kalimat mutiara pada pos terdahulu.
Rasulullahmengajarkan doa, “ Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan .”. 7. *“Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta & sayang karena Allah SWT, saling menolong, menasehati, menutupi aib
Wanitadan Tas adalah “Sahabat” Sejati yang Sulit Terpisah! 03/03/2014, 08:03 WIB. Bagikan: Apabila Anda adalah tipe wanita yang tidak suka membawa banyak barang, dan Istri Sambo PCR Bareng di Sebuah Rumah di Duren Tiga. KPK Bantah Sabotase Praperadilan Maming dengan Terbitkan Status DPO. APBN Surplus Rp 73,6 Triliun
Kerinduannyaadalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat
Sebuahusapan lembut di kepala istri atau kecupan hangat di kening lebih mampu memberikan kehangatan jiwa bagi istri ketimbang sekadar kata-kata romantis. Jika hal
Berikut8 cara sederhana yang bisa mengubahmu menjadi sahabat sejati. 1. Senyuman Itu Memang Murah, Bahkan Gratis. Tapi Efeknya Bikin Kamu Jadi Orang Yang Dikangeni. Saat bertemu dengan temanmu, selalu berikan senyuman terbaikmu agar orang yang ada di hadapanmu juga ikut merasakan aura positif dari dirimu.
Memangterkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit! Berikan skak mat! Istri atau suami, tentu tidak seabadi itu. Jika karena satu dan lain hal, bisa saja terjadi perpisahan di antara pasangan suami - istri. Dan begitu perceraian terlaksana, maka yang tadinya disebut istri
Sahabatsejati adalah dia yang tahu pola password ponsel kita. Cinta itu buta; persahabatan menutup matanya. Ada tiga teman setia, istri tua, anjing tua, dan uang siap pakai. Artikel Terkait : 35 Kata Kata Sahabat Sejati yang Menyentuh Hati . 25 Kata Kata untuk Sahabat Pengkhianat Berwajah Pendusta . 65 Kata Mutiara Persahabatan Sejati
Kadangpersahabatan sejati terlahir saat seseorang mengatakan kepada yang lain. Sahabat Sejati tidak akan nusuk dari belakang maupun jadi PHO Perusak hubungan orang. Kata-Kata Mutiara Persahabatan Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
Sahabatyang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda Posted by pernikedukasi at 09:09 0 comments Labels: kata bijak , sms cinta , sms kacau , sms katrok , sms kisruh , sms lucu , sms ndeso , sms norak , sms romantis
Padakesempatan kali ini berbagi 11 buah animasi DP BBM tentang sahabat sejati, sahabat yang munafik dan sahabat yang jadi penghianat. Wow, serem juga ya ada DP BBM sahabat munafik dan DP BBM sahabat penghianat. Ya pasalnya, dalam data yang dihimpun oleh Google, ternyata yang mencari animasi gambar bergerak gif sahabat sejati
Kerinduannyaadalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namunada juga yang begitu hancur karena dikhianati
BincangMuslimahCom – Kehidupan pasangan suami dan istri merupakan kehidupan yang sarat dengan ketenangan, ketentraman, kasih sayang, dan persahabatan. Interaksi antara suami dan istri dibangun atas prinsip ta’awun (tolong menolong), saling menopang, harmonis,menyegarkan, tidak kaku dan formalistik. Kepemimpinan seorang suami
4 "Sahabat adalah seseorang yang selalu ada di sampingmu, ketika kamu sakit untuk melihat ke belakang, atau takut melihat ke depan." 5. "Sahabat sejati adalah seseorang yang masuk ke hatimu ketika seisi dunia keluar." 6. "Sahabat sejati tahu sekali seberapa bodohnya kamu dan tetap saja memilih untuk menghabiskan waktu bersamamu." 7.
JCQ5n. Saat menjalin hubungan pernikahan ada kalanya Mama tidak hanya berperan sebagai istri saja, melainkan sebagai sosok sahabat yang ada saat momen suka dan duka. Terutama ketika suami sedang mengalami masa-masa sulit, ketika Mama memposisikan diri sebagai sahabatnya mungkin ia bisa lebih terbuka untuk membicarakan masalah tersebut. Dengan begitu, kalian bisa mengatasinya sahabat yang baik bagi pasangan akan membuat hubungan pernikahan Mama dan Papa semakin intim, langgeng, dan terhindar dari konflik yang tidak Ma, bagaimana cara menjadi sahabat yang baik untuk pasangan? Kali ini telah merangkumnya dari berbagai disimak!1. Saling terbuka saat membicarakan masa laluFreepik/gpointstudioJangan pernah berpikir bahwa kita sudah tahu semua hal tentang pasangan kita. Sekalipun Mama dan Papa telah menjalani kehidupan pernikahan selama bertahun-tahun, pasti ada saja satu dari masa lalu yang belum pernah karenanya, penting untuk mengobrol bersama dan bernostalgia. Buatlah agar ia mau bercerita mengenai pengalaman hidupnya, sekalipun itu hanya hal-hal sepele. Pasangan kita mungkin akan menceritakan kisah yang sama setiap saat, namun pasti akan ada detail-detail kecil baru yang Berani mengambil tanggung jawabFreepik/lookstudioAlih-alih membebankan semuanya pada suami, mulailah untuk bersikap mandiri dengan berani bertanggung jawab atas setiap tindakan kecil yang kita lakukan. Jangan ragu untuk meminta maaf saat berbuat cara ini, kita akan tumbuh menjadi istri yang bisa diandalkan, sekaligus sahabat yang baik bagi pasangan Picks3. Meluangkan waktu untuk mengobrol setiap hariFreepik/wirestockSeiring waktu, kita terbiasa melihat rutinitas suami yang sibuk dengan pekerjaannya. Misalnya, pagi hari berangkat kerja dan malam hari pulang ke memang tampak seperti rutinitas biasa. Namun saat kita mulai membuka obrolan, Mama akan mendengar hal-hal baru yang menarik mengenai karenanya, ajaklah pasangan untuk mengobrol setiap hari tentang apa saja yang terjadi hari ini, serta apa yang ia pikirkan dan rasakan. Dengan begitu, kita bisa menjadi sahabat yang baik untuknya. 4. Lebih ekspresif dalam menunjukan perasaanFreepik/pressfotoKita harus bisa menemukan cara baru untuk lebih ekspresif dan membuka diri dalam suatu hubungan. Jangan biarkan hari ini sama monotonnya dengan kemarin. Buatlah setiap harinya menjadi spesial dengan mengeksplor berbagai kegiatan menarik bersama-sama. Selain itu, penting juga untuk mengekspresikan perasaan satu sama lain secara fisik dan emosional agar kalian bisa lebih terhubung. 5. Habiskan waktu berkualitas bersamaFreepik/freepikSetiap harinya kita menghabiskan sebagian besar waktu bersama pasangan. Namun, belum tentu waktu tersebut berkualitas atau bahkan tidak sama waktu berkualitas, adalah saat suami istri memposisikan dirinya sebagai sahabat yang saling mendengarkan dan berbicara secara berkualitas juga bisa didapatkan saat kalian melakukan berbagai kegiatan yang bermakna untuk satu sama lain dan orang-orang di sekitar. 6. Tetap konsisten dengan peran kita di dalam pernikahanFreepik/master1305Ingatlah, peran terbaik Mama yakni menjadi istri sekaligus sahabat yang baik bagi suami. Oleh karenanya, buatlah agar kedua peran tersebut porsinya seimbang serta konsisten dalam jangka kata lain, menjadi sosok sahabat bukan berarti kita harus kehilangan peran sebagai istri, begitu juga sebaliknya. 7. Berada di tim yang samaFreepik/tirachardzPastikan Mama serta Papa bekerja sebagai tim yang memperjuangkan mimpi dan harapan kalian untuk masa apa yang ingin kalian lakukan bersama dalam beberapa tahun, bahkan dekade ke depan. Dengan begitu Mama dan Papa semakin yakin untuk tetap bersama sampai hari Ma, itulah beberapa cara menjadi sahabat yang baik untuk pasangan. Semoga bisa menjadi inspirasi!Baca juga5 Pasangan Zodiak Paling Cocok Jalani Hubungan Seperti Bersahabat7 Tipe Teman Terbaik yang Mama Butuhkan dalam Hidup5 Tipe Teman yang Mama Butuhkan saat Berusia 30 Tahun
Oleh Nabila Ummu Anas KELUARGA – Setiap muslim ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga, berharap akan terbentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” QS ar Rum 21 Di kehidupan modern hari ini, terkadang kehidupan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah hanya ada dalam ucapan doa dan selamat saat pesta pernikahan diselenggarakan. Saat mulai berada di dalam kehidupan rumah tangga, sakinah seolah sulit diwujudkan. Hal ini dikembalikan kepada bagaimana paradigma awal ketika membangun keluarga. Pengaruh masyarakat dengan pemikiran Barat yang sekuler liberal turut berperan membentuk paradigma ini, sampai kepada peran masing-masing, baik suami, istri, ayah, ibu, dan anak. Menggapai Ketenteraman dalam Keluarga Tidak jarang ditemui, “sakinah” dimaknai terpenuhinya hak dan kewajiban untuk saling memberi manfaat satu sama lain; bisa mengakomodasi semua kepentingan, baik suami maupun istri. Mereka bisa berbuat apa saja asalkan tidak mengganggu pasangannya. Posisi tawar suami maupun istri dilihat dari seberapa besar penghasilan dan kontribusinya mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Mereka menempuh jalan kompromi serta mengutamakan toleransi ketika menghadapi permasalahan keluarga. Akan jauh dari harapan, suami istri dapat mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah jika paradigma dan cara untuk menggapainya dikembalikan kepada akal dan hawa nafsu manusia. Sementara, agama hanya dipakai dalam urusan ibadah mahdhah dan saat akad nikah saja. Islam Fondasi Persahabatan dalam Rumah Tangga Islam merupakan agama yang bersumber dari wahyu Allah SWT, Sang Pencipta manusia. Allah sangat mengetahui manusia yang diciptakan-Nya, baik laki laki maupun perempuan, suami maupun istri. Sehingga Islam ketika mengajarkan bagaimana suami istri menjalani kehidupan rumah tangga, tentulah sesuai fitrah manusia untuk mengantarkannya meraih sakinah mawaddah wa rahmah yang hakiki. Kehidupan rumah tangga yang berfondasikan Islam akan menjadikan seorang suami tenteram dan damai di sisi istrinya, begitu pula sebaliknya. Mereka akan saling cenderung kepada yang lain, bukan saling menjauhi. Mereka akan mengedepankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam menyelesaikan permasalahan keluarga, termasuk bagaimana pergaulan suami istri berlangsung. Ketenteraman sakinah tentu tidak didapatkan jika pergaulannya seperti hubungan atasan dengan bawahan di dalam sebuah perusahaan atau bisnis. Dalam hubungan transaksional, mitra kerja akan melaksanakan perannya sebaik mungkin karena akan ada imbalan materi sesuai kontribusi kerja atau dedikasinya. Jika seperti ini, niscaya hubungan yang terjadi sebagaimana interaksi transaksional/kemitraan yang sarat dengan materi atau untung rugi. Bahkan untuk hubungan seksual suami istri pun akan berlandasan materi, untung rugi. Kondisi ini meniscayakan adanya pemikiran sexual consent dalam kehidupan suami istri. Maka, suami bukanlah mitra bisnis istrinya, begitu pun sebaliknya. Kehidupan suami istri dalam Islam adalah kehidupan persahabatan yang dapat memberikan kedamaian dan ketenteraman. Satu sama lain merupakan sahabat sejati dalam segala hal. Syariat Islam menetapkan hak istri atas suami dan hak suami atas istri. “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.” QS al Baqarah ayat 228. Ibnu Abbas menuturkan, “Para istri berhak atas persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami mereka, sebagaimana mereka wajib taat kepada suaminya dalam hal yang memang diwajibkan atas mereka terhadap suami mereka.” Nizham Ijtima’i fil Islam, Taqiyyuddin an-Nabhani Rasulullah Suri Teladan bagi Keluarga Muslim Adalah Rasulullah Muhammad Saw. teladan yang sangat baik dalam kehidupan keluarga. Rasul memberikan contoh bagaimana seorang suami bersahabat dengan istri-istrinya secara makruf. Kehidupan persahabatan sejati yang menenteramkan jiwa dan membahagiakan hidup. Nabi Saw. bergaul secara indah dan bersenda gurau dengan istri-istri beliau, senantiasa bersikap lemah lembut kepada mereka, sering membuat mereka tertawa, bahkan beliau pernah berlomba lari dengan Aisyah ra. ummul mukminin. Kehidupan persahabatan ini juga Rasul pesankan kepada keluarga Fatimah ra. dan Ali bin Abi Thalib ra. Para Sahabat yang mulia pun melaksanakan pergaulan yang makruf dalam keluarga mereka. Suasana demikian akan menjauhkan konflik keluarga dengan suasana kekerasan fisik maupun psikis yang dapat berujung pada kandasnya bahtera rumah tangga. Nabi Saw. bersabda, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik dari kalian terhadap keluargaku.” HR al-Hakim dan Ibnu Hibban dari jalur Aisyah ra. Jika terjadi percekcokan suami istri, ini adalah hal wajar dalam kehidupan manusia. Namun, ketika perselisihan diselesaikan dengan ketundukan kepada syariat Allah, tidak akan sampai kepada hilangnya ketenteraman dalam kehidupan keluarga. Islam sebagai agama yang sempurna akan menuntun umat Islam menyelesaikan setiap problem kehidupan, termasuk problematik relasi suami istri atau keluarga. Suami adalah Pemimpin Keluarga Allah SWT telah menetapkan kepemimpinan ada di tangan suami. “Kaum laki laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” QS an Nisa 34. Suami adalah qawwam pemimpin atas istrinya. Kepemimpinan seorang suami atas istrinya bukan berarti ia boleh bertindak otoriter atau seperti penguasa yang tidak bisa dibantah perintahnya. Kepemimpinan seorang suami di dalam rumah tangga adalah pengaturan dan pemeliharaan berbagai urusan rumah tangga. Istri berhak memberikan masukan dan berdiskusi kepada suaminya, sebab keduanya adalah dua orang sahabat, bukan atasan dan bawahan. Kepemimpinan suami adalah kepemimpinan yang diwarnai suasana persahabatan. Allah SWT yang memberikan hak kepada suami untuk mendidik istrinya. “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari cari jalan untuk menyusahkannya.” QS an Nisa ayat 34. Suami juga berwenang memberi sanksi kepada istrinya jika istrinya berbuat dosa atau bermaksiat kepada Allah. Ketetapan ini tentu dilaksanakan dengan landasan keimanan dan ketaatan kepada syariat Allah, dalam suasana perlakuan seorang sahabat sejati yang cinta dan sayang kepada sahabatnya. Kerja Sama dalam Kehidupan Persahabatan Dalam persahabatan suami istri, seorang istri melayani suaminya dalam seluruh perkara yang sudah semestinya dia lakukan di dalam rumah. Semua aktivitas yang harus dilakukan di luar rumah menjadi kewajiban suami untuk mengerjakannya. Hal tersebut berdasarkan hadis Nabi Saw. yang berkaitan dengan kisah Ali dan Fatimah ra., “Rasulullah Saw. telah memutuskan atas putri beliau, Fatimah wajib mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di dalam rumah, dan atas Ali wajib mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di luar rumah.” Musnad ibnu Abi Syaibah. Sungguh sangat indah Islam menata kehidupan suami istri dalam kehidupan persahabatan. Hubungan dan pergaulan suami istri yang terjadi dilakukan dengan cara yang makruf. Inilah kehidupan persahabatan yang akan menjelma menjadi kehidupan yang penuh kedamaian, ketenteraman, penuh kasih sayang, dan mendapat keberkahan. Kehidupan semacam ini hanya terealisasi sempurna jika Islam benar-benar nyata diterapkan dalam kehidupan kaum muslimin. Kehidupan di mana setiap muslim menjadikan Islam sebagai landasan berpikir dan bersikap. Individu-individu yang bertakwa ada dalam atmosfer masyarakat yang selalu melakukan amar makruf nahi mungkar dan institusi negara Khilafah yang melaksanakan syariat Islam di seluruh aspek kehidupan. Negara Khilafah bertanggung jawab melakukan pembinaan Islam, akidah maupun syariatnya kepada seluruh anggota masyarakat, suami, istri, dan keluarga. Setiap keluarga akan terbentengi dari berbagai pemikiran rusak yang menyimpang dari ajaran Islam. Negara Khilafah juga wajib memenuhi berbagai pelayanan kemaslahatan bagi masyarakat. Alhasil, keluarga tidak akan jatuh dalam ketidakharmonisan dan kemaksiatan kepada Allah SWT. Wallahu a’lam bishshawab. [MNews/Gz] Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Oleh Widya FauziFounder Komunitas Muslimah Menjahit dan Bandung Storytellingclub[email protected] Selama ini.. ku mencari-cari… teman yang sejati.. buat menemani perjuangan suci.. Teman Sejati – Brothers SAHABAT biasa dikenal sebagai seseorang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan kita. Kata “sahabat” berasal dari akar kata “sahiba”, yang memiliki arti “menyertai”. Maka orang yang disebut sahabat adalah mereka yang selalu menyertai dan menemani dalam setiap keadaan. Baik dalam keadaan senang maupun susah, lapang ataupun sempit, sahabat akan selalu hadir untuk kita. Begitulah sejatinya seorang sahabat, meski mereka tidak bisa membuat semua masalah yang kita hadapi menghilang, tapi mereka tidak akan pernah menghilang di saat kita memiliki masalah. Beberapa waktu belakangan ini tengah viral kasus bullying siswa SMP, Audrey 14 oleh beberapa siswi SMA di Pontianak. Dikutip dari laman CNN Indonesia 9/4/2019, dugaan sementara pemicu pengeroyokan adalah masalah asmara dan saling komentar di media sosial. Fakta berkembang, rupanya bukan hanya masalah laki-laki yang melatarbelakangi pengeroyokan Audrey 14 oleh 12 siswi SMA di Pontianak tersebut. Usut punya usut, gara-gara utang Rp500 ribu yang dimiliki salah satu orangtua pelaku pada orangtua Audrey, lalu Audrey selalu mengungkitnya membuat pelaku tersebut tersinggung hingga akhirnya melakukan aksi pengeroyokan. 10/4/2019 BACA JUGA Ketika Nabi dan Dua Sahabat Dijamu Seorang Lelaki Anhsar Dari kasus diatas banyak yang bisa kita pelajari. Mari kita garis bawahi poin ” Gara-gara hutang yang dimiliki oleh orangtua salah satu pelaku’ kepada orang tua Audrey, yang ternyata sudah lunas, namun selalu diungkit Audrey, membuat salah satu pelaku’ tersebut tersinggung dan melakukan bullying terhadap Audrey. Lihat faktanya, yang bermasalah hanya salah satunya saja, tapi kenapa yang melakukan bully bisa sampai 12 orang? Di media lain disebutkan bahwa hanya 3 orang saja yang melakukan praktik penganiayaan, 9 sisanya hanya menonton. Ini menunjukkan bahwa anak-anak saat ini mudah sekali disulut emosinya, diprovokatori untuk ikut membenci yang dianggap musuh’ dari salah satu temannya lalu menghalalkan perilaku aniaya tersebut atas nama persahabatan. Apakah bekerjasama untuk menyakiti orang lain atas nama pembelaan terhadap teman’ yang merasa tersakiti hatinya layak disebut sebagai pemaknaan dari kata sahabat sejati? Mari kita bandingkan dengan kisah persahabatan manusia terbaik sepanjang masa Rasulullah SAW dengan Abu Bakar As-Shidiq. Perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam tidak bisa dilepaskan dari sosok Abu Bakar As Shiddiq. Sosok ini menjadi simbol persahabatan sejati, karena Abu Bakar adalah sahabat terdekat Rasulullah. Nama aslinya adalah Abdullah ibn Abi Quhafa, sedangkan Abu Bakar adalah nama panggilannya. Terlahir dari keluarga kaya raya yang mendidiknya menjadi pedagang sukses, Abu Bakar dikenal sebagai sosok yang amanah dan jujur. Sifat ini terjamin dalam ucapan Rasulullah yang menyebutnya sebagai orang yang pertama kali menerima Islam dan meyakini nubuat kenabian Muhammad. Sejumlah riwayat menyebut Abu Bakar berusia dua tahun lebih muda daripada Rasulullah. Perbedaan usia yang tidak terlalu jauh membuat hubungan persahabatan antara Rasulullah dengan Abu Bakar sangat dekat. Meski keduanya saling mengenal setelah Muhammad menikah dengan Khadijah. Abu Bakar adalah tetangga Khadijah. Aisyah, putri Abu Bakar, yang kemudian menjadi istri Rasulullah setelah kematian Khadijah, menggambarkan ayahnya sering sekali dikunjungi Nabi. Diantara keduanya terjalin hubungan persahabatan yang sangat kuat. Gelar As Shiddiq didapatkan Abu Bakar setelah menyatakan keyakinannya akan kebenaran peristiwa Isra’ Miraj yang dijalankan Rasulullah dari Mekah menuju Yerusalem. Di saat banyak orang mengejek Nabi dengan mengatakan peristiwa itu hanyalah kebohongan, Abu Bakar teguh membela Rasulullah. Diriwayatkan orang-orang banyak mendatangi Abu Bakar dan mengatakan, “Temanmu mengatakan hal yang tidak bisa dipercaya. Dia pergi ke Yerusalem dalam semalam dan naik ke langit.” Abu Bakar kembali bertanya, “Apakah dia mengatakannya?” Saat jawabannya adalah “Ya”, Abu Bakar langsung berkata, “Jika dia mengatakan itu, maka itu benar.” Kesetiaan Abu Bakar mungkin belum ada yang bisa menandingi. Abu Bakar adalah orang yang menemani Nabi di saat-saat sulit menjalankan dakwah. Karena pertimbangan keamanan, Rasulullah meminta umat Islam untuk berhijrah keluar dari Mekah. Awalnya, dataran Abyssinia yang didiami umat Nasrani menjadi tujuan utama. Tetapi tatkala hijrah skala besar dibutuhkan, umat langsung mengalihkan perhatian ke Madinah. Banyak sahabat Nabi memulai perjalanan ke Madinah dengan harapan bisa membangun pusat peribadatan Islam. Abu Bakar yang juga ingin berhijrah, sempat hendak mengutarakan niatnya kepada Rasulullah. Tetapi, dia memilih menahan diri. “Tunggulah sebentar. Mungkin Allah akan memberimu sahabat,” ucap Abu Bakar menghibur diri. Benar saja. Abu Bakar akhirnya berhijrah bersama Rasulullah. Bahkan tatkala Rasulullah diincar untuk dibunuh, Abu Bakar ada di samping Rasulullah, melewati masa-masa sulit. Keduanya bersembunyi di sebuah gua. Hingga kaki Abu Bakar pun digigit ular dan terluka namun ia menahan rasa sakitnya agar tidur Rasul tidak terganggu. Tetesan air matanya pada pipi Rasul yang akhirnya membangunkan Rasul. Lalu atas izin Allah, Rasul menyembuhkan kaki Abu Bakar yang terkena gigitan ular dengan sekali usapan. Bahkan, Abu Bakar mendapat amanah dari Rasulullah untuk memimpin sholat ketika Rasulullah sakit keras. Begitulah persahabatan sejati Rasulullah dengan Abu Bakar. Tidak hanya di dunia bahkan persahabatan mereka sampai ke jannah-Nya. Dalam islam, hubungan persahabatan sangatlah indah. Bukan hanya selalu menyertai, namun seorang sahabat juga selalu membantu kita dalam kebaikan serta menasehati kita saat melakukan keburukan. Kehadiran mereka membawa kita semakin dekat kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Bukan justru sebaliknya membuat kita tenggelam dalam bermaksiat kepada Allah dan semakin jauh dari-Nya. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk bijak dalam memilih sahabat. Jangan sampai orang yang kita anggap sebagai sahabat ternyata tidak mampu membawa kita semakin dekat dengan Allah, bahkan justru membawa pengaruh buruk dalam kehidupan kita. Ibnu Athoilah pernah menyampaikan sebuah nasehat indah tentang persahabatan, “Janganlah kamu berteman dengan orang yang keadaannya tidak bisa membangkitkan semangatmu dan pembicaraannya tidak mampu membimbingmu ke jalan Allah”. BACA JUGA Anak-anak Brutal’, Salah Siapa? Temanmu akan menggambarkan siapa kamu dan derajat keimananmu. Maka pilihlah teman secara bijak. Allah SWT berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” Az-Zukhruf 67 Maka, jika urusan memilih dan memilah teman saja begitu diatur dengan indahnya oleh Islam. Apalagi urusan-urusan yang lainnya. Sahabat, hanya dengan memeluk Islam secara keseluruhannya, mencontoh sikap dan perilaku Rusulullah, menerapkan aturan syariat dalam kehidupan, insyaallah kita akan mudah menemukan jati diri yang hakiki serta memiliki prinsip hidup benar di hadapan Allah yang kokoh sehingga sebagai generasi muda kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh derasnya arus negatif yang di lingkungan sekitar kita. Wallahu’alam bish shawab. [] Sumber PustakaSirah Nabawiyah – Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Kirim OPINI Anda lewat imel ke [email protected], paling banyak dua 2 halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi di luar tanggung jawab redaksi.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pasangan Hidup Kita Seharusnya Menjadi Sahabat SejatiMengapa ada begitu banyak pasangan hidup,yang mencari orang lain,untuk sekedar curhat? Salah satu alasannya adalah karena pasangan hidup,apakah istri atau suaminya,sangat sibuk untuk berbagai urusan,sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan curhat pasangan hidupnya. Entah karena istri sibuk urusan di dapur,mengurus anak anak,atau mungkin juga sibuk urusan PKK atau organisasi,maupun suami yang sibuk urusan pekerjaan,sehingga baru kembali kerumah ketika sudah larut malam. Alasan lain,adalah karena pasangan hidup .entah istri atau suami, tidak memahami,sehingga setiap kali curhat,bukannya kelegaan yang didapat,malah ujung ujungnya bertengkar. Secara sadar ataupun tidak,orang mulai menyerempet nyerempet bahaya. Suami curhat pada teman wanita di kantor,sementara istri curhat di facebook kepada teman laki lakinya. Padahal ,curhat curhat dilampu merah ini, adalah awal dari sebuah petaka,yang dapat berakibat hancurnya rumah teramat banyak contoh kejadian,tapi orang tidak mau belajar dari kecelakaan orang lain,sehingga akhirnya mengalami sendiri petaka Sejati Ada Ditempat Tidur Kita Sahabat sejati adalah orang yang selalu berada disisi kita,sewaktu kita sangat membutuhkannya. Kalimat ini terkesan indah .Akan tetapi bila kita mau mengkaji peristiwa hidup yang pernah dilalui,maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih kenyataannya, sebaik dan setulus apapun seorang sahabat, tetap saja ia memiliki kewajiban terhadap anak istri atau suaminya. Sebaik apapun seorang sahabat,adalah tidak mungkin ia sepanjang hari dan sepanjang malam, mendampingi kita ketika tergolek sakit. Apalagi bila terbaring sakit, bukan dalam hitungan hari, melainkan dalam hitungan minggu atau bahkan berbulan bulan. Fakta fakta aktual ini,sesungguhnya sudah menjadi bagian dari kerangka berpikir logis kita,yang membingkai diri,agar jangan sampai over expectation pada sosok seorang sahabat. Mengapa?Jangan lupa,bahwa sahabat baik kita memiliki tugas dan kewajiban terhadap keluarganya yang menjadi prioritas utama. Orang yang mau dan mampu melupakan dirinya sendiri untuk menjaga dan merawat kita hanyalah pasangan hidup kita. Hanya pasangan hidup kitalah yang mau dan mampu memberikaan perhatian dan cintanya dengan sepenuh hati. Karena sahabat kita yang lain,memiliki tanggung jawab terhadap keluarga mereka masing masingDalam kondisi sakit dan sekarat,atau dalam kondisi mengambang, selesai operasi ,maka ketika kita pertama kali membuka mata,maka harapan terbesar dalam hati adalah menengok wajah orang yang paling dicintai, yakni istri dan anak anak kita,bukan orang lain,siapapun adanya. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
istri adalah sahabat sejati